Kamis, 26 September 2013

MERAWAT KAIN DAN PAKAIAN BATIK AGAR TETAP CANTIK

http://fonega.blogdetik.com/files/2011/06/batik.jpg

Batik memang sedang tren. Merawat batik tidak sama seperti merawat baju /kain lainya. Di butuhkan kesabaran agar warna dan corak cantiknya tidak cepat pudar dan terlihat usang. Meskipun sedang tren, bisa jadi belum banyak orang yang mengetahui cara merawat batik pakaian batik agar warnannya tetap awet. Dan tentunya Anda ingin kain batik Anda tetap terlihat cantik meskipun sudah bertahun-tahun lamanya bukan? Yuk ikuti tips perawatannya…

1.     Gunakanlah sabun pencuci khusus kain batik
Cuci kain batik dengan menggunakan sabun khusus seperti yang terjual dipasaran. Bisa juga dengan menggunakan shampo rambut dengan cara dilarutkan ke dalam air hingga betul-betul merata agar warnanya tidak pudar. Kemudian celupkan kain batiknya. Selain itu bisa menggunakan sabun bayi atau dry clean yang di laundry. Juga bisa dengan menggunakan buah lerak atau daun tanaman dilem yang sudah diredam air hangat. Caranya, remas-remas buah lerak atau daun dilem sampai mengeluarkan busa lalu tambahkan air hangat secukupnya, dan siap untuk mencuci batik. Aroma buah lerak mampu mencegah munculnya hewan kecil yang bisa  saja dapat merusak baju batik.
2.     Jangan mencuci pakaian/kain batik menggunakan mesin cuci
Selain hemat listrik, mencuci menggunakan mesin dapat merusak design pada kain batik. Selain itu juga merusak tekstur pada kain seperti batik sutra atau batik yang dimodifikasi dengan beberapa serat.
3.     Hindari penggunaan deterjen
Mencuci dengan menggunakan deterjen dapat merusak kain, terutama pada warna serta corak kain batik itu sendiri. Apabila pakaian/kain batik tidak terlalu kotor, bisa dihilangkan dengan merendam dengan air hangat serta menggunakan sabun mandi atau sabun lerak. Jika noda tetap belum hilang, bisa juga dengan kulit jeruk dengan digosokkan atau dengan perasan kulit jeruk hanya pada bagian yang terkena noda tersebut.
4.     Jangan diperas
Memeras kain dapat merusak motif dan warna kain itu sendiri. Hindari kain batik langsung terkena cahaya matahari pada saat penjemuran, jemurlah di tempat yang teduh atau dengan diangin-anginkan. Biarkan kain batik mengering dengan sendirinya. Paling bagus adalah menjemurnya di bawah pohon yang rindang.
5.     Proses penyetrikaan yang benar
Sebaiknya jangan menyetrika secara langsung, berikan alas kain putih di atas kain batik yang akan disetrika, hal ini untuk menghindari pudarnya warna yang disebabkan oleh panas. Jika pakaian batik tampak kusut, semprotkan sedikit air di atas kain batik lalu letakkan selembar kain baru kemudian disetrika.
6.     Hindari penyemprotan wewangian secara langsung
Sebaiknya jangan di beri pewangi dan pelembut kain batik terutama batik tulis. Jika anda ingin memberi pewangi dan pelembut pakaian, sebelumnya tutupi dulu batik dengan Koran, baru semprotkan pewangi dan pelembut kain. Jangan semprotkan parfum atau minyak wangi langsung ke kain batik, terutama batik sutera dengan pewarna alami. Pada saat penyimpanan Serta hindari penggunaan kapur barus, karena zat padat ini sangat keras dan merusak batik.

Batik merupakan salah satu ciri khas Indonesia, merawatnya dengan baik bereti ikut melestarikan budaya Indonesia. [ref. bi biin]